PAMIT
PAMIT ***** Tuhan, aku menyapaMu sekarang. Setelah sekian tahun kekecewaanku padaMu, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjauh dariMu. Rindu kah Kau padaku? Tahu kah Kau Tuhan, apa saja yang terjadi padaku selama aku jauh dariMu? Ada banyak sekali kejadian. Selama aku menjauh, sepertinya Kau bersikap baik padaku. Tapi aku masih kecewa padaMu, Tuhan. Kekecewaan yang dibalut kesabaran dan keyakinan terhadapMu, selama bertahun-tehun. Semua karuniaMu tidak pernah cukup mengobati rasa kecewaku. Tuhan, tahu kah Kau kenapa aku ingin sekali pulang? Aku rindu padaMu, tidak ada sesuatupun yang lebih peduli padaku selain Engkau. Tapi Engkau lebih bijak untuk menahanku disini, di tempat yang tidak ku inginkan. Engkau mengirimkan malaikat-malaikat dengan pelukan mereka yang hangat, dengan binar mata yang terlihat seperti padang rumput yang menenangkan. Setiap kali terlintas untuk pulang, aku teringat pada mata-mata itu, yang percaya dan menjadikanku pusat hidup mereka. Tapi sek...